Andaikan Aku Punya Abang
" Bang doain aku ya, nanti kalo aku lulus aku traktir deh", Saya menatap nya heran. Lulus apa? Lulus sekolah?
" Bukanya kamu udah lulus sekolah?"
" Ih abangkan, bukan itu!"
"Terus?"
" Coba tebak"
" Ribet"
" Iih abang. Cepet tebak!", Dia merengek kearah saya. Saya menatapnya malas. Tinggal bilang apa susahnya, pakai main tebak tebakan.
" Diterima sama Kama?"
" Aamiin. Tapi bukan itu, lagi lagi!"
" Dek, Abang sibuk. Kamu gak liat tugas Abang banyak"
" Ih cuma suruh tebak doang!"
" Ya kalau mau kasih tau, kasih tau langsung aja kan bisa. Gak usah main tebak tebakan, Abang gak ngerti"
" Auk ah. Susah memang ngomong sama Abang yang gak peka an!". Dia pergi meninggalkan kamar saya. Bingung saya dengan sikap dia, dia yang bertele tele, saya yang di salahkan.
Komentar
Posting Komentar